Ads 468x60px

Thursday, December 6, 2012

Gara-Gara Cewek, Pelajar di Binjai Bentrok

BINJAI
Sekelompok pelajar di Binjai terlibat tawuran  di Jalan Walter Mongonsidi, Binjai Kota, Kamis (6/12) sekira pukul 13.00 WIB. Akibatnya, seorang masuk rumah sakit, 2 ditangkap polisi.

 Akibat dipukuli dan dikeroyok puluhan pelajar SMK Putra Anda, Alfin (18) warga Bandar Sinembah, abang kandung dari Rony, siswa kelas I SMK Putra Anda Binjai terpaksa dilarikan ke rumah sakit saat melerai aksi bentrokan. walau pun tak mengalami luka parah, Alfin yang dibroti sempat pingsan.

Wednesday, November 21, 2012

Hape Cewek Semarga Dijambret


MEDAN
Yusuf Mangarajalaut Simanjuntak (29) warga Jl Menteng VII, Gang Perwira, Medan Denai tertangkap dan dimassa di Jl Halat, Medan Area, Rabu (21/11) sekira pukul 16.30 wib. Dia gagal menjambret Hp milik cewek semarganya, Dinda boru Simanjuntak (16) warga Jl Sisingamangaraja, Villa Harjosari No 53 Medan.
Dalam aksinya, Yusuf berboncengan dengan Eko (30) warga Jalan Menteng VII naik Honda Spacy.  

Selundupkan Sabu di Anus, Divonis 8 Tahun


MEDAN
Raut wajahnya yang apik, ditambah jilbab yang menutupi rambutnya, dimanfaatkan Fatimah untuk melawan hukum. Wanita berkulit hitam ini membawa sabu-sabu seberat 247,37 gram yang disusupkan di anusnya. Kemarin, dia divonis 8 tahun penjara di PN Medan.

Selain penjara, Fatimah binti Muhammad Nur (44) juga dihukum majelis hakim yang diketuai Agus Setiawan SH untuk membayar denda Rp 1 miliar. Bila tidak, harus diganti dengan 4 bulan kurungan.

Jual Sabu kok Sama Polisi, Dalamlah...

MEDAN
Ilham Taufik (28) kali ini apes. Ia dan rekannya Reza harus mengakhiri petualangannya sebagai pengedar sabu dan inex di tangan petugas Res Narkoba Polda Sumut, Selasa (20/11) malam.

Keduanya ditangkap di Cafe Terajana, Jalan Pasar III Marelan, Labuhan Deli. "Anggota kita nyamar jadi pembeli, awalnya kita minta sabu 20 gram dan 100 butir ekstasi. Tapi yang disanggupi hanya yang ada di barang bukti itu. Dari inex untungnya Rp10 ribu per butir, sedangkan untuk 20 gram sabu dia (Ilham) minta uang di depan," terang Kasubdit III Ditres Narkoba Poldasu, AKBP RB Damanik.

Friday, November 16, 2012

Lagi, Geng Motor Jajah Delitua


1 Unit Kijang Innova Dirusak

MEDAN
Meski sedang gencar diperangi, geng motor seakan tak kenal jera. Kemarin, wilayah hukum Polsek Delitua kembali jadi sasaran jajahan. Kali ini dialami Herdiansyah (27) warga Jl Karya Dharma Ujung, Gg Sari, Kel Pangkalan Mansyur, Kec Medan Johor. Toyota Kijang Innova BK 1027 GY hijau silver miliknya dirusak bandit jalanan itu.

Peristiwa itu terjadi Jumat (16/11) sekira pukul 01.30 WIB dini hari di Jl Karya Kasih, Kecamatan Medan Johor, tepat di depan Masjid. Kala itu Herdianyah berniat pulang ke rumahnya sehabis menghadiri acara keluarga di rumah saudaranya.

Selambo Mencekam Warga Berjaga-jaga


MEDAN
Kasus konflik tanah yang terjadi di Selambo, Percut Seituan, semakin memanas. Warga berjaga-jaga di lahan Eks HGU PTPN II dengan membawa senjata tajam jenis parang dan klewang, Jumat (16/11) siang.

Hal tersebut dilakukan warga guna menghadang rencana perusahaan yang akan mengokupasi lahan yang mereka kelola dan menanami pohon jati. Massa yang kebanyakan kaum perempuan itu menghadang traktor milik perusahaan.

Mahasiswa UDA Geruduk Polsek Medan Baru


Kawan Dipukuli Malah Mau Dijadikan Tersangka

MEDAN
Menilai rekannya sebagai korban, namun malah terendus kabar mau dijadikan tersangka, membuat mahasiwa Universitas Darma Agung (UDA), ramai-ramai menggeruduk Polsek Medan Baru. Kantor polisi yang berlokasi di Pajak Petisah itu pun, kemarin (16/11) jadi heboh.

Masih ingat dengan kasus yang menimpa Bonar Victory Sihombing (21)? Pada 7 November lalu, mahasiswa jurusan Hukum Universitas Darma Agung yang ngekos di Jl Harmonika Padang Bulan ini, dikeroyok dan diserang gerombolan pemuda naik sepeda motor.

Wednesday, November 14, 2012

Bawa Belati, Terjaring Razia Geng Motor


MEDAN
Maraknya aksi geng motor, membuat petugas Polsek Medan Barat terus menggelar razia. Selasa (13/11) malam, Gratian Fama Hiroita Dachai alias Hiro (45) ketiban sial. Dia ditangkap karena membawa belati di saku jaketnya.

"Kita lagi razia geng motor. Kemudian tersangka ini melintas dan kita dapati belati di sakunya. Tapi tersangka masih kita periksa bersama barang buktinya," kata Kapolsek Medan Barat, Kompol Nasrun Pasaribu Sik melalui Kanit Reskrim Iptu Syarifur.

Opung Setengah Bugil Tewas di Ruko Kosong

MEDAN
Dalam sepekan ini, kamar jenazah Pirngadi Medan, kembali dikirimi mayat tanpa identitas. Untuk yang kedua kali ini, jasad pria tua itu ditemukan dari salah satu ruko kosong di Jl Pertahanan, Kel Timbangan Deli, Kec Medan Amplas, Rabu (14/11) kemarin sekira pukul 11.00 Wib.

Informasi dihimpun dari pihak rumah sakit milik Pemko Medan ini, jenazah tersebut ditemukan tukang betor. Kondisinya dalam keadaan setengah bugil, lantaran hanya mengenakan celana pendek coklat.

Kereta Parmitu Dilarikan Kawan


MEDAN
Lagi asik nyantai, parminum tuak (parmitu), tiba-tiba tersadar. Honda Revo hitam BK 4890 CN miliknya telah dibawa kabur oleh rekanya sesama penikmat miras tradisional itu. Kasus itu tengah ditangani petugas Polsek Medan Baru.

Kejadiannya, korban dan rekannya Pak Ucok datang ke Lapo tuak di Jl Gatot Subroto. Saat asik meminum tuak, tiba-tiba sekitar belasan parmitu yang ada di lapo mengeluh karena tuak telah habis.

Wednesday, October 31, 2012

5 Mobil 1 Kereta Dihantam Morina 81 di Depan Kampus Nommensen


MEDAN
Angkot Morina 81 jurusan Amplas-Belawan, Rabu (31/10) siang menabrak 5 mobil dan 1 kereta saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya depan kampus Nommensen. Seorang pengendara patah kaki dan luka di kepala.

Akibat kecelakaan ini, Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi macat total sekitar satu jam lamanya. Petugas lalu lintas Polsekta Medan Timur pun segera mengevakuasi mobil-mobil tersebut.

Data dihimpun, angkot yang dikemudikan Busmin Sinaga itu melaju kencang hendak menuju Jalan HM Yamin. Namun, Morina 81 itu menabrak Toyota Avanza BK 1751 KG  yang berada di depannya saat melintas di Kampus Nommensen.

Tuesday, October 30, 2012

Nitra Versus Intra di Depan Tol Amplas


MEDAN
Persimpangan Jalan SM Raja, persisnya di depan pintu tol Amplas yang semula sepi karena guyuran gerimis pada Selasa (30/10) sekira pukul 09.00 Wib, tiba-tiba ramai. Soalnya, angkot Nitra dan bus Intra tabrakan di sana.

Tak ada korban jiwa dari kejadian itu. Tapi sopir angkot Nitra terjepit. Selain itu, arus lalu lintas di jalan pembuka menuju Kota Medan itu sempat macet panjang dibuatnya.

Informasi dihimpun, di pagi yang sepi dan gerimis itu, angkot Nitra bernopol BK 1405 MY melaju dari arah terminal Amplas menuju Tanjung Morawa. Penumpangnya ada sekira 6 orang pria.

Minta Rp10 Ribu, Istri Dibanting & Diinjak-injak


MEDAN
Yus (34) tak terima perlakuan kasar suaminya, Enjang(25). Warga Jalan Tafuh, Desa Tanjung Selamat, Sunggal itu pun mendatangi Mapolsekta Medan Sunggal, Selasa (30/10) sekira pukul 10.00 WIB untuk membuat laporan pengaduan.

Kalau dipikir-pikir, sebab awal perkara suami istri ini, sangat sepele. Yus meminta uang Rp10 ribu untuk tambahan membeli cabe. Bukannya diberi atau menolak dengan alasan yang patut, Enjang malah langsung menganiayanya.

Sebagai suami, penganiayaan yang dilakukan Enjang terbilang sadis. Sebab, Yus dibanting. Kemudian tubuhnya diinjak-injak di lantai hanya lantaran permintaan uang Rp10 ribu. "Lihatlah itu hasil dari perbuatan suaminya. Biru-biru semua badan anakku. Matanya lebam. Gak terima aku kek gini," kesal ibu korban saat berada di Polsek Sunggal.

Monday, October 29, 2012

Minggu Dipukuli Anak Punk, Senin Dimassa Warga


MEDAN
Kedatangan Rizky Aditia Sitorus Pane (27) ke Medan berbuah kesialan. Dia terpaksa hidup di jalanan karena ditinggalkan teman. Kemarin (29/10) siang, dia bonyok digimbali warga karena ketahuan curi kotak infaq. Sehari sebelumnya, dia juga dihajar gerombolan anak punk. Aduh..!

Dibeber bapak 2 anak asal Jl. Topi Gg. Bidan, Padangsidimpuan ini, awal bulan lalu dia datang ke Medan bersama temannya. Mereka berniat bekerja di kapal ikan. Makanya, dia dan temannya berangkat menuju Belawan. Sialnya, entah disengaja atau tidak, Rizky malah ditinggalkan temannya itu.

Gara-gara Jagung, Mondul Masuk Liang Lahat


KABANJAHE
Tanaman jagung yang baru berumur 1 bulan dilindas truk lembu, membuat Deris Tarigan alias Tarik (25) kesal. Warga Desa Sukababo, Kec. Juhar ini langsung mendatangi Heripin Kacaribu alias Mondul (25) warga Desa Sugihen, Kec. Juhar. Kebetulan, ladang mereka bersebelahan di perladangan Juma Mate, Kec. Juhar.

Begitu bertemu, Tarik langsung menginterogasi Mondul soal jagungnya yang digilas sepanjang 5 meter dan lebar 2 meter. “Kenapa kamu gilas tanaman jagung saya, kalau itu bukan jalan,” tanyanya ke Mondul.

Pajero Dibobol Maling


MEDAN
Ali (52) tak bisa berkata banyak lagi. Dia hanya geleng-geleng kepala ketika tahu Pajero Hitam BK 397 YP miliknya dibobol maling saat parkir di Jl. Sekip, kemarin (29/10) siang.

Kala itu, dia makan siang di sana dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, tak jauh dari rumah makan yang didatanginya. Baru 5 menit meninggalkan mobil, Ali teringat laptopnya yang ditaruh di jok belakang. Makanya, dia kembali untuk mengambilnya.

Wednesday, October 24, 2012

Artis Karo Dipolisikan Istri


DELITUA
 Penyanyi pop Karo, Harto Tarigan dilaporkan istrinya yang juga artis Karo, Meri Susana br Sitepu ke Polsek Delitua. Dia dituding melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pengaduan Meri masuk pada Jumat (19/10) lalu sekira pukul 18.30 WIB.

 Informasi diperoleh kemarin (22/10) di Mapolsek Delitua, penganiayaan terjadi  di rumahnya Jalan Tali Air, Kel. Pokok Mangga, Padang Bulan, Medan. Ketika itu Harto mendatangi Meri yang sedang merawat bungsu mereka, yang sedang sakit.

Penjual Senpi Diringkus di Gaperta

Ilustrasi
MEDAN
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Medan, mengamankan seorang pelaku penjualan senjata api, di Jalan Gaperta Ujung, Senin (22/10) malam. Petugas sempat melakukan tembakan ke udara saat menangkap Dedek Syahputra (30), warga Jalan Kelambir V, Klumpang, karena melakukan perlawanan.

Dipimpin Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Moch Yoris Marzuki SIK, pelaku bersama barang bukti sepucuk senpi rakitan yang hendak dijualnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, personel Sat Reskrim yang berjumlah 7 orang termasuk Kasat Reskrim, mendapat informasi tentang adanya penjualan senpi jenis revolver.
Selama sepekan petugas melakukan pengintaian di salah satu warung yang disebut-sebut kerap dijadikan lokasi transaksi. Akhirnya, apa yang ditunggu pun muncul.

Ibu Hamil 8 Bulan Ditahan Gara-gara 13 Tahanan Kabur


MEDAN
Kaburnya 13 tahanan Polsek Medan Area berdampak buruk bagi Dewi Sartika Ana (24). Warga Jl. Sutrisno Gg. Rukun II, Kec. Medan Area itu dicurigai turut membantu pelarian para tahanan. Kebetulan, Benny Syahputra, tahanan yang ikut kabur dan dianggap sebagai otak pelarian, adalah suami Dewi.

Gara-gara itulah, wanita yang tengah hamil 8 bulan itu ditahan di Polsek Medan Area. Penahanan itu diketahui dari penuturan Linda br Sembiring, ibu Benny sekaligus mertua Dewi saat mengadu ke LBH Medan kemarin (22/10). "Kami enggak tau kenapa polisi menahan anak kami (Dewi-red). Dia dipanggil sejak Minggu (21/10) siang sekira jam 11.00 WIB. Sampai sekarang dia belum pulang ke rumah," ujar  Linda.

Thursday, August 30, 2012

Maling Tegap Nangis di Polsek

Bentuk tubuh atletis yang dimiliki Abdul Rahman Nasution, tak sanggup menutupi sikap cengengnya. Tanpa malu, warga Jalan Almanium, Lingkungan XII, Tanjung Mulia, Medan Deli, ini nangis sesunggukan di Mapolsek Medan Timur.
 Air matanya berderai karena tidak sanggup menahan sakit usai diamuk massa, Kamis (30/8) siang. Pria berusia 36 tahun ini diamuk karena mencuri Yamaha Mio BK 5810 AAU milik Sari (35).
 Siang sebelum tertangkap, Abdul dan temannya, Rudi sengaja keliling Kota Medan untuk mencari mangsa. Ketika melintasi Jalan Rakyat Ujung, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Timur, mereka melihat kereta terparkir di depan rumah No.203.
 Begitu memastikan situasi aman, Abdul turun dari boncengan dan menerima kunci T dari Rudi. Olehnya, kunci kereta korban pun dirusak pakai alat itu lalu melarikannya.

Wednesday, August 29, 2012

Heboh!!! Cahaya Terbang di Kuburan Sei Sikambing


Fenomena penampakan cahaya menyeramkan dari sebuah makam di pekuburan Sei Sekambing Jl. Gatot Subroto Km 4,5, belakangan ini menghebohkan sekalangan warga di sana. Begitu pula sejumlah pengendara. Inilah kesaksian mereka.

Fenomena kemunculan cahaya biru yang kemudian membentuk sosok sepasang wanita tua dan anak kecil itu pertama kali diketahui Ajay. Itu terjadi dini hari sekira pukul 2. Ceritanya, Ajay, remaja 13 tahun, itu bersama 4 temannya lagi nongkrong di jembatan Jl. Gatot Subroto, dekat pekuburan itu.

Tetap Jualan Bermodal Meja Pemberian Warga


Lapak Pedagang Pajak Jalan Nusantara Digusur Tanpa Pemberitahuan

Meski lapak dan steling serta meja kursi dagangan mereka raib, pedagang di Jl. Nusantara, Kel. Komat III, Kec. Medan Kota, tetap berjualan. Meja dan kursi justru diberikan oleh warga sekitar. Fakta ini membantah pengakuan Lurah Komat III, Clara Patria yang mengaku penggusuran dilakukan karena warga resah.

Kemarin (28/8) pagi, Heriati (54) kembali mulai jualan sarapan pagi. Bahkan, meja dan kursi yang dipakainya untuk berjualan lontong, justru diberikan oleh warga sekitar lapak jualannya. "Kursi sama mejanya ini dikasih masyarakat sini, kalau tidak dikasih mana bisa saya jualan," kata warga Jl. Amaliun Gg. Amat Besar ini, ditemui di lokasi jualannya.

Tuesday, August 28, 2012

Jualan Kami Bukan untuk Kaya, Cuma Demi Beli Beras


Lapak Pedagang Pajak Jalan Nusantara Digusur Tanpa Pemberitahuan

 
BAINAR (65), janda beranak tiga itu sangat terkejut melihat lapak dagangannya di Jalan Nusantara, Kelurahan Komat III, Kecamatan Medan Kota telah rata dengan tanah. Tragis! Penggusuran itu tanpa surat pemberitahuan.

 Tiga ember yang berisi sayur-sayuran yang akan dijualnya raib dari lokasi. Yang tertinggal hanya sebuah ember putih yang sudah kosong. Usut punya usut, ternyata pelakunya adalah Satpol PP dan pihak Kelurahan yang menggusur pada Minggu (26/8) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut Ifo (40) salah satu pedagang rokok yang warungnya juga digusur, kejadian itu sekitar pukul 23.00 WIB. Gerombolan Satpol PP dan pihak keluarahan meluluh lantakkan warung rokoknya yang berada di Jalan Nusantara tepatnya simpang Jalan Puri tersebut.

Tuesday, July 24, 2012

Kosmetik Ilegal Marak Beredar

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengamankan 443 jenis produk pangan, kosmetik, obat-obatan ilegal senilai Rp705 juta lebih.
Dari 443 jenis produk tersebut antara lainnya adalah, produk pangan 34 item senilai Rp54 juta, kosmetik 136 item senilai Rp286 juta, obat tradisional 108 item senilai Rp225 juta, dan produk obat 165 item senilai Rp139 juta.
Dijelaskannya, tim penyidik dari BBPOM setidaknya telah memproses 9 sarana produk untuk ditindaklanjuti ke proses hukum.

Sepekan, 11 Bandit Medan Kota Diciduk

Dalam sepekan (17-23 Juli), Polsekta Medan Kota berhasil meringkus 11 pelaku tindak kejahatan dari berbagai lokasi. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 3 kereta, tas sandang coklat, spion Toyota Innova, kalung emas, elpiji 12 Kg, 2 Blackberry.
Kesebelas tersangka yakni; Dimas Cahyo Wibowo (18) warga Jalan Sei Kera. Pemuda ini ditangkap usai menjambret Sulaiman (37) di Jalan Thamrin. M. Siddik (19) dan Agus Pandi (22), kedua warga Jalan Tapian Nauli, ini diciduk karena menjambret Dewi Sahputri (21) warga Jalan Sakti Lubis, Gang Selamat.

Solar + Tepung = Minyak Oplosan

Beredar di Tembung
Setelah beroperasi 11 bulan, pengoplosan minyak tanah (minah) yang dilakukan Afis Panjaitan (39) akhirnya terbongkar. Kemarin (24/7) pagi, warga Jalan Medan-Binjai, Km.10,8, Diski ini ditangkap dari gudang di Jalan Metrologi Baru, Medan Estate, Tembung.
Sebagai barang bukti, polisi menyita 2 ton solar jenis AKR, yang dijadikan bahan dasar pembuatan minah oplosan. Guna penyelidikan, bersama barang bukti, Afis digelandang ke Mapolresta Medan.
Kepada penyidik, tersangka mengaku mendapatkan solar dari Pelabuhan Belawan. Dengan tambahan tepung kimia merk Bintang, solar itulah yang disulapnya jadi minyak tanah.

Wednesday, July 18, 2012

Maling Sangar Nangis

Urusan nyali, Hendri Maratua Siregar tidak perlu diragukan. Buktinya, dia nekat mencuri kereta di tempat keramaian. Namun dibalik keberaniannya, pria 32 tahun ini ternyata cengeng. Tak sanggup menahan sakit akibat amuk massa, warna Jalan Pringgan ini menangis di kantor polisi.
Nasib apes Hendri berawal dari upayanya mencuri Suzuki Satria Fu BK 4810 JAA, di depan RM. Ayam Fresto Jalan Abdullah Lubis, Medan. Karena sibuk merusak kunci kontak, dia tidak memperhatikan kehadiran pemilik kereta, Alfin (26).
Begitu ditanya sedang apa, Hendri sontak menghentikan aksi. Gugup, tersangka langsung menendang kaki kiri Alfin. Sejurus kemudian dia ambil langkah seribu. Melihat pelaku lari, sambil menahan sakit, korban sontak berteriak minta tolong.
Teriakan Alfin berhasil menarik perhatian para pengguna jalan. Seketika itu pula, pengejaran terhadap Hendri pun dilakukan. Baru berlari beberapa meter, pelaku berhasil ditangkap dan diamuk massa.

Saturday, July 14, 2012

Protes Jalan Ditembok Pengusaha, Kakek Tujuh Cucu Coba Bunuh Diri


Tak bisa lewat karena jalan di depan rumahnya ditutup pengusaha, membuat Saparimin (57) putus asa. Kakek tujuh cucu ini nyaris tewas setelah berusaha gantung diri, Sabtu (14/7).
Aksi nekat warga Dusun I Ujung Pasar, Desa Pematang Cermai, Tanjungberingin, Sergai itu hendak dilakoninya sekitar pukul 10.00 WIB. Tanpa memberitahu sanak keluarganya, Saparimin tiba-tiba hendak menggantung kepalanya di areal tanah pengusaha yang ada di depan rumahnya. Namun karena aksi tersebut cepat diketahui anak dan tetangganya, Saparimin pun langsung ditenangkan.

Friday, July 13, 2012

Cegah Maut Susulan Warga Cari Ustadz

Kasus Warga Tewas Bersisik di Belawan
Pasca kematian aneh Wahyu (16), hingga kemarin sekalangan warga Kota Belawan tetap merasa was-was. Ancaman yang dilontarkan roh halus yang merasuki tubuh Wahyu di jelang mautnya, membuat sejumlah tetangganya khawatir. Ini karena suara gaib itu mengaku masih membutuhkan 1 nyawa lagi sebagai tumbal atas diambilnya belasan ikan terlarang di sebuah kolam tengah kerangka bebas bangunan lama di Kelurahan Belawan I.
POSMETRO kemarin (12/7) kembali menelusuri kembali biang mistik penyebab kematian remaja asal Lorong Papan, Kel. Belawan Satu, Kota Belawan itu.

Thursday, July 12, 2012

Belawan Heboh, Warga Tewas Bersisik Ikan

 Diiringi Kerasukan, Mata Mengucur Darah, Dukun Nyerah!!!

 SEORANG remaja ditemukan tewas secara aneh, kemarin (11/7). Peristiwa berlatar mistik ini berawal dari misteri kolam di tengah kerangka sisa bangunan lama di Lorong Kesenian, Kel. Belawan I, Kota Belawan. Inilah kisah di luar akal sehat itu.

Adalah Wahyu (12), warga yang tewas diiringi peristiwa keanehan itu. Menurut orang tuanya, kematian siswa kelas 1 SMP itu bermula dari kisahnya bermain di kolam atau genangan air di lahan kosong di Lorong Kesenian itu. Itu terjadi sepekan lalu. Ceritanya, bersama 6 teman sebayanya, Wahyu, warga Lorong Papan, Kel. Belawan I, itu menangkap ikan-ikan di kolam itu.

Dari kolam itu, Wahyu berhasil menangkap belasan ekor ikan mujahir. Ikan-ikan itu lalu diletakkan Wahyu di bak kecil dapur rumah orang tuanya. Tak nyana, saat hendak melepas ikan-ikan itu ke dalam bak, seekor di antaranya lepas dari tangan Wahyu. Ikan itu jatuh ke lantai rumah.

Saat jatuh, kaki Wahyu menginjak ikan itu hingga tewas. Ikan itu tewas dengan kondisi kepala pecah akibat terinjak kaki Wahyu. Peristiwa ikan tewas terinjak itu tentu dianggap biasa. Wahyu pun tak punya firasat aneh.

Tapi, kisah kematian ikan itu hadir secara gaib pada Senin (9/7) lalu. Ceritanya, ‘tak ada angin tak ada hujan’, sore itu tubuh Wahyu mendadak panas dingin. Orang tua Wahyu, Umar dan Ny. Zainab, awalnya mengira putra mereka itu demam biasa. Keyakinan itu pula yang membuat mereka tak mengantar Wahyu ke rumah sakit.

Besoknya atau Selasa (10/7) pagi, suhu panas tubuh Wahyu semakin tinggi. Saking demam tinggi, Wahyu tak bisa menggerakkan kakinya. Ya, ia tak bisa berjalan.
Keanehan penyakit yang diderita sulung dari 3 bersaudara itu, kontan membuat Umar dan istrinya, Zainab membawa Wahyu ke rumah neneknya di Jl. Bom Lama, Kec. Medan Labuhan. Tapi setiba di sana, kondisi Wahyu semakin parah. Wajahnya pucat bak kapas.

Kondisi Wahyu yang mendadak semakin mengkhawatirkan itu kontan membuat orang tua dan saudaranya panik tak karuan. Dan kepanikan itu semakin menjadi-jadi karena Wahyu yang menggigil panas-dingin mendadak kerasukan. Ia berkata-kata dengan suara yang sangat aneh.

Tubuhnya menggelepar-gelepar mirip ikan terdampar di darat. Di tengah kerasukan itu, Wahyu lalu menggeram. Marah. "Saya disiksanya. Kepala saya pecah. Saya mati dibuatnya. Dia harus menggantinya. Saya akan siksa dia seperti dia siksa saya. Kalian harus kembalikan ikan-ikan itu ke tempat asalnya, karena satu (orang) lagi akan saya buat seperti dia!" demikian bunyi suara gaib yang merasuki raga Wahyu. Saat berkata dengan intonasi tinggi itu, tubuh Wahyu terus menggelupur.

Peristiwa Wahyu kerasukan kontan membuat ayah, ibu serta saudaranya dicekam kepanikan tak terkira. Apalagi, usai ngomong aneh soal ikan tewas terinjak beberapa hari lalu itu, Wahyu menggigil kencang. Sekujur tubuhnya mendadak
membiru. Yang lebih mengerikan lagi adalah temuan darah mengucur dari matanya.  Dan, kerasukan itu akhirnya berujung kematian.


"Habis kemasukan itu, anak kami langsung meninggal," ucap Umar, saat ditemui di rumah duka. Kabar kematian Wahyu yang diiringi aksi kerasukan sambil ngomong soal kutukan ikan dari kolam di sisa bangunan tempo doeloe itu kontan membuat para tetangganya gempar. Amatan POSMETRO, pasca kematian aneh Wahyu, sejumlah warga Lorong Papan bahkan dicekam ketakutan.


"Kami awalnya tak percaya, waktu kami takjiah barulah percaya. Ngeri juga kami lihat. Takutnya bisa kena sasaran pula,” kata Minah, warga Lorong Papan. Kematian aneh Wahyu membuat keluarganya akhirnya mendatangi seorang paranormal terkenal yang bermukim tak jauh dari rumah mereka. Hasilnya?

Sama seperti kisah Wahyu di ambang ajal, dukun itu pun mendadak dirasuki arwah yang berkata-kata mirip seperti tema yang diucap Wahyu sebelum tewas. Ya, suara gaib yang merasuki paranormal itu juga mengaku sebagai arwah ikan yang mati terinjak Wahyu. "Tolong kembalikan ikan - ikan itu, karena satu orang lagi akan saya perlakukan seperti yang dilakukan dia," demikian suara gaib yang merasuki tubuh sang paranormal, diulang orang tua Wahyu.

Karena diyakini sangat kental bermotif mistis, usai kerasukan, sang paranormal menegaskan orang tua Wahyu harus segera membalikkan sejumlah ikan tangkapan Wahyu yang masih berada di bak rumah mereka. Pesan sang dukun, ikan-ikan itu harus dibalikkan ke kolam tempat asal ikan itu ditangkap Wahyu dan sejumlah temannya.

"Karena kami takut, ikan yang ada di bak semuanya kami kembalikan ke kolam itu lagi. Waktu kami pulangkan kami minta maaf, bahkan ikan yang ada di kolam itu pun bermunculan waktu kami pulangkan," kata Umar.
Proses pemulangan ikan-ikan itu ke dalam kolam diiringi sejumlah keluarga Wahyu (alm)_dengan membacakan ayat-ayat suci.

"Tubuh anak kami ini aneh kali birunya seperti sisik ikan. Anehnya lagi, mulutnya pun mengeluarkan buih semacam lumpur. Semoga tidak ada lagi yang menjadi korban seperti Wahyu," demikian harap-harap cemas sekalangan keluarga Wahyu saat ditemui di rumah duka, usai pemakaman jenazah remaja malang itu.


Diajak Nikah Putri Cantik

Kabar kematian pelajar SMP itu jelas jadi perbincangan hangat. Tak sedikit warga yang takut anaknya seperti Wahyu karena pernah mengambil ikan di tempat sama. Penuturan Sumiati (60), lahan 15x20 meter itu adalah bekas rumah yang dihancurkan dan sudah kosong 4 tahun belakangan.
Dulu, sekitar 10 tahun silam, lahan yang kini kosong itu adalah rumah sewa 4 pintu. Di antara rumah itu, disewa oleh anaknya, Indra Kusuma. Selama menyewa di rumah milik Marga Manurung, Sumiati mengaku anaknya selalu dihantui gejala. Misalnya, sandal-sandal mereka yang tiap malam berserakan di depan rumah, besok paginya malah tersusun rapi.
Terkadang, terdengar suara nyanyian seorang wanita. Puncak keanehan itu, Indra pernah hilang sehari. Awal, Indra keluar rumah dengan pakaian biasa. Tiba-tiba dia hilang. Keluarga yang kecarian hingga sore, akhirnya meminta bantuan paranormal. Berdasarkan petunjuk paranormal Indra telah masuk ke alam gaib yang berada di lingkungan rumah yang disewanya. Untuk melepaskan dari jeratan itu, keluarga diarahkan untuk memukul gendang di lokasi dekat rumah yang disewa Indra. "Kami pun rame-rame mukul gendang dan talam di depan rumah, sekitar setengah jam anak kami pun keluar," cerita Sumiati mengenang hilangnya Indra.
Setelah bebas dari dunia gaib itu, Indra mengaku masuk ke alam itu bertemu dengan seorang gadis cantik dan meminta untuk menikah dengannya. Berbagai fasilitas hidangan makanan mewah dilihatnya di alam tersebut.
Bahkan, ketika dirinya terjerat di alam gaib itu, Indra melihat lingkungan rumahnya. Dia juga sempat meminta tolong untuk dikeluarkan. "Anak saya itu, nampak katanya kami lalu lalang. Dia menjerit minta tolong tapi tak dihiraukan, karena kami tak nampak dia," cerita wanita berusia 60 tahun tersebut.
Pantauan POSMETRO, di lahan itu penuh semak dan ditumbuhi pohon pandan besar di sekitar kolam ikan tersebut. "Jadi ngeri juga kita. Memang selama kosong tak ada kejadian aneh, kecuali kejadian yang anak itu, jadi takut juga kita," kata Ernawati warga yang tinggal di depan lahan kosong tersebut.(ril/joe)

Toke Ogah Melapor Supaya tak Merugi


Dalam Semalam, 3 Kapal Dibajak Perompak Bersenjata Laras Panjang
Terjadi di Perairan Timur Laut Selat Malaka

Kawanan perompak laut kembali beraksi, Selasa (10/7). Tak tanggung-tanggung, tiga kapal ikan asal Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) dibajak dalam semalam di Perairan Timur Laut Selat Malaka.

Informasi yang dihimpun POSMETRO di Gudang SBU Gabion Belawan, kemarin, tiga kapal ikan yang dibajak, masing-masing Lestari Indah, Alam Bahari, dan Sumber Berjaya berangkat melaut dari Belawan menuju Perairan Timur Laut Selat Malaka, Senin (9/7) lalu. Sekitar dini hari tiba di perairan laut dalam tersebut, masing-masing awak kapal pun langsung menabur pukat tarik untuk mendapatkan ikan.
Saat itulah kawanan perompak berjumlah lima orang lebih beraksi. Sebelum membajak masing-masing kapal, agar tidak dicurigai, boat yang ditumpangi kawanan peraompak lebih dulu membajak kapal kecil. Setelah kapal tersebut berhasil dikuasai, dengan menggunakan sebo dilengkapi masing-masing senjata laras panjang, para pelaku pun menuntaskan aksi mereka ke masing-masing kapal.
Hasilnya, seluruh barang berharga, masing-masing alat komunikasi, satelit, komputer dan sejumlah barang berharga milik awak kapal semuanya habis dijarah. Tak hanya itu, untuk mendapatkan tebusan, masing-masing tekong kapal, Ramlan (43), Sahar (37) dan M Khaidir operator mesin kapal juga diculik para pelaku. Untuk berlari ke tempat persembunyian mereka, kawanan perompak pun kembali pindah ke boat mereka semula. Sementara ketiga kapal yang dibajak memilih balik ke Belawan untuk melaporkan kejadian yang telah terjadi. Namun karena peralatan komunikasi sudah tidak ada, masing-masing kru awak kapal bisa sampai di Belawan setelah dipandu nelayan lain. Mereka tiba di dermaga Belawan setelah dua hari berlayar, lebih lama dari biasanya.
"Itu lah yang kutahu. Kok yang lain aku tak tahu kali ceritanya. Yang pasti pelaku memaki kapal kecil merompak masing-masing kapal,” terang salah satu operator kapal yang tak ingin namanya dikorankan pada POSMETRO.
Sementara para toke yang ditemui di Gudang SBU Gabion Belawan enggan memberikan komentar apapun. Bahkan, didapat informasi kalau mereka enggan melapor pada pihak yang berwajib.
"Takut tokenya melapor, karena kalau mengadu nyawa yang disandera akan terancam. Makanya kebanyakan kasus seperti ini jarang dilaporkan karena penyelesaiannya dengan membayar tebusan saja,” tambah seorang nelayan yang juga mengetahui kronologis pembajakan ketiga kapal tersebut.
Belum adanya laporan resmi kepada pihak yang berwajib juga dibenarkan Kubbid Gakkum Ditpolair Poldasu, AKBP Baharuddin Desky. "Belum, belum ada kita terima laporan perompakan,” ungkap Desky ketika dikonfirmasi POSMETRO via telepon.(ril/rul)

Elakkan ‘Laga Kambing’, Carry Kejebur ke Parit

Niat mengelakkan ‘laga kambing’ saat melintas di Dusun I Desa Tanah Abang, Kecamatan Galang, Suzuki Carry BK 1967 JG yang dikemudikan Acong (23) terperosok ke parit, Kamis (12/7). Sopir pembawa minyak goreng itu kritis bersama Nasrullah (21), kernetnya.
Informasi dihimpun POSMETRO, kedua warga Pinang Baris Kecamatan Sunggal itu berencana hendak balik ke Lubukpakam usai mengantar minyak goreng ke sejumlah pelanggan mereka di Desa Jaharun B Kecamatan Galang. Namun ketika melintas di Dusun I Desa Tanah Abang, sebuah mobil Grand Max dari arah berlawanan tiba-tiba menyalip dump truck yang ada di depannya dengan mengambil jalur kanan.

Kebakaran di Medan dan Gebang, Kos-kosan di Denai Rata dengan tanah

Kebakaran terjadi di Jalan Pancasila, Gang Pembangunan/Sekolah, Medan Denai, Kamis (12/7). Si jago merah meratakan 2 unit rumah kos yang dihuni 8 Kepala Keluarga (KK). Insiden sama juga terjadi di Dusun Martoba, Desa Paluh Manis, Gebang. Dua rumah hangus terbakar.
Kebakaran di kawasan Denai, diduga akibat korslet listrik dari rumah Yopriadi (31). Kobaran api dengan cepat menjalar ke rumah sebelah yang dihuni Kurniati (46). Saat kejadian tidak ada seorang pun yang menyadari, hingga akhirnya api sudah marak dan membumbung tinggi yang membuat korban dan tetangga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dan mengeluarkan barang-barang yang bisa diselamatkan.

Tak Bisa Bahasa Indonesia, Bikin Usaha Ilegal Pulak, 2 WNA Cina Dibui

Setelah setahun menjalani usaha Plafon illegal, dua pria Warga Negara Asing (WNA) asal Cina diamankan petugas dari tempat usahanya, PT. Shonda Plafon Jalan Krakatau, Komplek KMC No A7, Kecamatan Medan Medan, kemarin (11/7) oleh unit Ekonomi, Polresta Medan. Bukan hanya usahanya yang ilegal, tapi keduanya masuk ke Indonesia secara ilegal tanpa memiliki paspor.
Dua WNA ini berasal Fujian, Cina.  Jhou Gong Fa (42) dan Jhou Chi Xiang (39). Setelah Polresta Medan mengamankan, mereka lalu diserahkan ke kantor Imigrasi.

Kalung Dijambret, Cewek Cantik Nangis-nangis

Hasana (20), warga Jalan AH Nasution, Titi Kuning menjadi perhatian di Polsekta Medan Baru karena nangis-nangis usai kalungnya dijambret 2 pria pengendara sepeda motor, Kamis (12/7) sore.
Peristiwa itu yang sempat menghebohkan warga itu terjadi di Jalan Glugur sekitar Bundaran Majestik. Saat itu, Hasana yang berboncengan dengan temannya, Yanti (20) mengendarai Sepeda motor Revo BK 5370 OT diserempet 2 pria mengendarai sepeda motor Supra X. Tak diduga, kalung emas seberat 5 gram yang melingkar dilehernya dirampas. Atas kejadian itu, Hasana dan Yanti pun terjatuh dari sepeda motornya seraya teriak minta tolong. Karena shock, kalungnya dijambret, Hasana menangis.

Ngejek Usai Rampas Dompet, 2 Jambret Ditabrak Omak-omak

Dua penjambret babak belur dihajar massa, usai sepeda motornya ditabrak ibu dua anak yang menjadi korbannya, Kamis (12/7) sekira pukul 14.30 WIB.
Penjambret sial itu adalah M Arif (25) warga Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, dan rekannya Hendra (24) warga Jalan Medan Binjai KM 12, Desa Purwadadi, Kecamatan  Sunggal. Ceritanya, sore itu, Eka Wati (35) dengan menunggangi sepeda motor melintas di Jalan Sukarno Hatta KM 19, Kecamatan Binjai Timur. Saat itu, Eka membonceng anaknya menuju kediamannya di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tenggurono, Binjai Timur.