Ads 468x60px

Monday, October 29, 2012

Minggu Dipukuli Anak Punk, Senin Dimassa Warga


MEDAN
Kedatangan Rizky Aditia Sitorus Pane (27) ke Medan berbuah kesialan. Dia terpaksa hidup di jalanan karena ditinggalkan teman. Kemarin (29/10) siang, dia bonyok digimbali warga karena ketahuan curi kotak infaq. Sehari sebelumnya, dia juga dihajar gerombolan anak punk. Aduh..!

Dibeber bapak 2 anak asal Jl. Topi Gg. Bidan, Padangsidimpuan ini, awal bulan lalu dia datang ke Medan bersama temannya. Mereka berniat bekerja di kapal ikan. Makanya, dia dan temannya berangkat menuju Belawan. Sialnya, entah disengaja atau tidak, Rizky malah ditinggalkan temannya itu.


Jelas dia kebingungan di tengah hiruk pikuk aktifitas orang-orang di Belawan. Ditambah tak punya kenalan atau saudara di Medan, Rizky makin kalut. Mau tak mau, dia jadi penghuni jalanan. "Ditinggalin kawan aku, jadi aku tidur di jalanan," sambungnya.

Hampir sebulan luntang-lantung, Minggu (28/10) lalu, dia terdampar di sekitar kawasan Stadion Teladan. Duit yang ada juga sudah habis. Kesialan malah datang. Kala tengah tertidur pulas, segerombolan anak punk mendatanginya. Ujungnya, dia malah dipukuli. "Tadi malam aku tidur di taman teladan, dipukuli anak punk aku. Neh masih ada bekasnya," katanya seraya menunjukkan memar di mata kirinya.

Usai dipukuli tanpa tau sebabnya, Rizky pergi dari kawasan Teladan dengan berjalan kaki. Tak mau terus hidup di jalanan, Rizky memutuskan harus pulang kampung. Yang jadi kendala kemudian adalah ongkos. Makanya, dia akhirnya nekat mencuri kotak infaq di Masjid Juang 45 Jl. HM. Yamin. Bermodal obeng dan tang yang memang sudah dibawanya sejakd ari Sidimpuan, pria berambut ikal ini menunggu usai Salat Dzuhur.

Begitu jamaah selesai salat dan suasana sudah sepi, dengan cepat Rizky langsung memeluk kotak infaq dan mencoba merusaknya. "Uangnya untuk ongkos aku pulang," katanya. Nahas, aksinya diketahui warga sekitar. Tanpa tunggu lagi, Rizky pun langsung diamankan hingga pukulan pun melayang ke wajahnya. Petugas lalu lintas yang berada tepat di depan mesjid itu lalu mengamankannya.

"Di kampung aku bawa becak, nggak ada lagi uang aku untuk pulang kampung," kata Rizky. Selang beberapa menit, polisi dari Polsekta Medan Timur yang mengetahui kejadian itu lalu turun ke lokasi dan mengamankannya. Saat akan diboyong, warga yang kesal sempat memberikan bogeman lagi. Kontan polisi langsung berlari untuk mengamankan Rizky dari amuk massa.

Menurut salah seorang warga, Rizky memang sudah diintai. "Sudah dua kali dia disini," kata seorang wanita saat di lokasi kejadian. Dikatakannya, dirinya sempat melihat tersangka memeluk kotak infaq dan mencongkelnya. "Didalam tasnya ada obeng, tang potong, tadi sempat dipeluk-peluknya. Gitu mau dicongkel, ketahuan," kata wanita berkaos putih ini. Kanit Reskrim Medan Timur, AKP. Ridwan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih memintai keterangan tersangka Rizky guna proses lebih lanjut yang kini dalam pemeriksaan.(eo)

No comments:

Post a Comment