Ads 468x60px

Friday, November 16, 2012

Selambo Mencekam Warga Berjaga-jaga


MEDAN
Kasus konflik tanah yang terjadi di Selambo, Percut Seituan, semakin memanas. Warga berjaga-jaga di lahan Eks HGU PTPN II dengan membawa senjata tajam jenis parang dan klewang, Jumat (16/11) siang.

Hal tersebut dilakukan warga guna menghadang rencana perusahaan yang akan mengokupasi lahan yang mereka kelola dan menanami pohon jati. Massa yang kebanyakan kaum perempuan itu menghadang traktor milik perusahaan.


Mereka tak mengenal takut meski pihak perusahaan mengerahkan preman bersentaja tajam. Nyaris terjadi bentrok. Beruntung, tak berselang lama petugas kepolisian tiba di lokasi.

Pengakuan R br Sinaga, mereka berjaga-jaga karena mereka tak terima lahan yang telah mereka kelola itu diratakan dengan traktor oleh pihak perusahaan yang memakai jasa preman. “Kami akan tetap berjaga karena kami tak terima lahan yang telah kami kelola ini diserobot. Sudah susah payah kami menanam dan merawat semua tanaman yang ada disini,” katanya.

 Amatan di lokasi, petugas kepolisian tampak terus berjaga-jaga di sekitar lokasi mengantisipasi hal tak diinginkan. Kapolsekta Percut Seituan, AKP Erinal mengaku, masih melakukan pengamanan. “Personel kita siagakan di lokasi menghindari hal yang tak diinginkan,” sebutnya.

Sementara itu, dua kelompok tani nyaris terjadi bentrok di Jalan Pasar II, Desa Tambak Rejo, Percut Seituan, Jumat (16/11) pagi 09.00 WIB. Salah seorang warga, Wakidi (42) diamankan Mapolsekta Percut Seituan dan diserahkan ke Mapolresta Medan karena w kedapatan membawa anak panah. (jod)

No comments:

Post a Comment