Ads 468x60px

Wednesday, October 31, 2012

5 Mobil 1 Kereta Dihantam Morina 81 di Depan Kampus Nommensen


MEDAN
Angkot Morina 81 jurusan Amplas-Belawan, Rabu (31/10) siang menabrak 5 mobil dan 1 kereta saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya depan kampus Nommensen. Seorang pengendara patah kaki dan luka di kepala.

Akibat kecelakaan ini, Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi macat total sekitar satu jam lamanya. Petugas lalu lintas Polsekta Medan Timur pun segera mengevakuasi mobil-mobil tersebut.

Data dihimpun, angkot yang dikemudikan Busmin Sinaga itu melaju kencang hendak menuju Jalan HM Yamin. Namun, Morina 81 itu menabrak Toyota Avanza BK 1751 KG  yang berada di depannya saat melintas di Kampus Nommensen.

Tuesday, October 30, 2012

Nitra Versus Intra di Depan Tol Amplas


MEDAN
Persimpangan Jalan SM Raja, persisnya di depan pintu tol Amplas yang semula sepi karena guyuran gerimis pada Selasa (30/10) sekira pukul 09.00 Wib, tiba-tiba ramai. Soalnya, angkot Nitra dan bus Intra tabrakan di sana.

Tak ada korban jiwa dari kejadian itu. Tapi sopir angkot Nitra terjepit. Selain itu, arus lalu lintas di jalan pembuka menuju Kota Medan itu sempat macet panjang dibuatnya.

Informasi dihimpun, di pagi yang sepi dan gerimis itu, angkot Nitra bernopol BK 1405 MY melaju dari arah terminal Amplas menuju Tanjung Morawa. Penumpangnya ada sekira 6 orang pria.

Minta Rp10 Ribu, Istri Dibanting & Diinjak-injak


MEDAN
Yus (34) tak terima perlakuan kasar suaminya, Enjang(25). Warga Jalan Tafuh, Desa Tanjung Selamat, Sunggal itu pun mendatangi Mapolsekta Medan Sunggal, Selasa (30/10) sekira pukul 10.00 WIB untuk membuat laporan pengaduan.

Kalau dipikir-pikir, sebab awal perkara suami istri ini, sangat sepele. Yus meminta uang Rp10 ribu untuk tambahan membeli cabe. Bukannya diberi atau menolak dengan alasan yang patut, Enjang malah langsung menganiayanya.

Sebagai suami, penganiayaan yang dilakukan Enjang terbilang sadis. Sebab, Yus dibanting. Kemudian tubuhnya diinjak-injak di lantai hanya lantaran permintaan uang Rp10 ribu. "Lihatlah itu hasil dari perbuatan suaminya. Biru-biru semua badan anakku. Matanya lebam. Gak terima aku kek gini," kesal ibu korban saat berada di Polsek Sunggal.

Monday, October 29, 2012

Minggu Dipukuli Anak Punk, Senin Dimassa Warga


MEDAN
Kedatangan Rizky Aditia Sitorus Pane (27) ke Medan berbuah kesialan. Dia terpaksa hidup di jalanan karena ditinggalkan teman. Kemarin (29/10) siang, dia bonyok digimbali warga karena ketahuan curi kotak infaq. Sehari sebelumnya, dia juga dihajar gerombolan anak punk. Aduh..!

Dibeber bapak 2 anak asal Jl. Topi Gg. Bidan, Padangsidimpuan ini, awal bulan lalu dia datang ke Medan bersama temannya. Mereka berniat bekerja di kapal ikan. Makanya, dia dan temannya berangkat menuju Belawan. Sialnya, entah disengaja atau tidak, Rizky malah ditinggalkan temannya itu.

Gara-gara Jagung, Mondul Masuk Liang Lahat


KABANJAHE
Tanaman jagung yang baru berumur 1 bulan dilindas truk lembu, membuat Deris Tarigan alias Tarik (25) kesal. Warga Desa Sukababo, Kec. Juhar ini langsung mendatangi Heripin Kacaribu alias Mondul (25) warga Desa Sugihen, Kec. Juhar. Kebetulan, ladang mereka bersebelahan di perladangan Juma Mate, Kec. Juhar.

Begitu bertemu, Tarik langsung menginterogasi Mondul soal jagungnya yang digilas sepanjang 5 meter dan lebar 2 meter. “Kenapa kamu gilas tanaman jagung saya, kalau itu bukan jalan,” tanyanya ke Mondul.

Pajero Dibobol Maling


MEDAN
Ali (52) tak bisa berkata banyak lagi. Dia hanya geleng-geleng kepala ketika tahu Pajero Hitam BK 397 YP miliknya dibobol maling saat parkir di Jl. Sekip, kemarin (29/10) siang.

Kala itu, dia makan siang di sana dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, tak jauh dari rumah makan yang didatanginya. Baru 5 menit meninggalkan mobil, Ali teringat laptopnya yang ditaruh di jok belakang. Makanya, dia kembali untuk mengambilnya.

Wednesday, October 24, 2012

Artis Karo Dipolisikan Istri


DELITUA
 Penyanyi pop Karo, Harto Tarigan dilaporkan istrinya yang juga artis Karo, Meri Susana br Sitepu ke Polsek Delitua. Dia dituding melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pengaduan Meri masuk pada Jumat (19/10) lalu sekira pukul 18.30 WIB.

 Informasi diperoleh kemarin (22/10) di Mapolsek Delitua, penganiayaan terjadi  di rumahnya Jalan Tali Air, Kel. Pokok Mangga, Padang Bulan, Medan. Ketika itu Harto mendatangi Meri yang sedang merawat bungsu mereka, yang sedang sakit.

Penjual Senpi Diringkus di Gaperta

Ilustrasi
MEDAN
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Medan, mengamankan seorang pelaku penjualan senjata api, di Jalan Gaperta Ujung, Senin (22/10) malam. Petugas sempat melakukan tembakan ke udara saat menangkap Dedek Syahputra (30), warga Jalan Kelambir V, Klumpang, karena melakukan perlawanan.

Dipimpin Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Moch Yoris Marzuki SIK, pelaku bersama barang bukti sepucuk senpi rakitan yang hendak dijualnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, personel Sat Reskrim yang berjumlah 7 orang termasuk Kasat Reskrim, mendapat informasi tentang adanya penjualan senpi jenis revolver.
Selama sepekan petugas melakukan pengintaian di salah satu warung yang disebut-sebut kerap dijadikan lokasi transaksi. Akhirnya, apa yang ditunggu pun muncul.

Ibu Hamil 8 Bulan Ditahan Gara-gara 13 Tahanan Kabur


MEDAN
Kaburnya 13 tahanan Polsek Medan Area berdampak buruk bagi Dewi Sartika Ana (24). Warga Jl. Sutrisno Gg. Rukun II, Kec. Medan Area itu dicurigai turut membantu pelarian para tahanan. Kebetulan, Benny Syahputra, tahanan yang ikut kabur dan dianggap sebagai otak pelarian, adalah suami Dewi.

Gara-gara itulah, wanita yang tengah hamil 8 bulan itu ditahan di Polsek Medan Area. Penahanan itu diketahui dari penuturan Linda br Sembiring, ibu Benny sekaligus mertua Dewi saat mengadu ke LBH Medan kemarin (22/10). "Kami enggak tau kenapa polisi menahan anak kami (Dewi-red). Dia dipanggil sejak Minggu (21/10) siang sekira jam 11.00 WIB. Sampai sekarang dia belum pulang ke rumah," ujar  Linda.