Ads 468x60px

Tuesday, July 24, 2012

Kosmetik Ilegal Marak Beredar

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengamankan 443 jenis produk pangan, kosmetik, obat-obatan ilegal senilai Rp705 juta lebih.
Dari 443 jenis produk tersebut antara lainnya adalah, produk pangan 34 item senilai Rp54 juta, kosmetik 136 item senilai Rp286 juta, obat tradisional 108 item senilai Rp225 juta, dan produk obat 165 item senilai Rp139 juta.
Dijelaskannya, tim penyidik dari BBPOM setidaknya telah memproses 9 sarana produk untuk ditindaklanjuti ke proses hukum.

Sepekan, 11 Bandit Medan Kota Diciduk

Dalam sepekan (17-23 Juli), Polsekta Medan Kota berhasil meringkus 11 pelaku tindak kejahatan dari berbagai lokasi. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 3 kereta, tas sandang coklat, spion Toyota Innova, kalung emas, elpiji 12 Kg, 2 Blackberry.
Kesebelas tersangka yakni; Dimas Cahyo Wibowo (18) warga Jalan Sei Kera. Pemuda ini ditangkap usai menjambret Sulaiman (37) di Jalan Thamrin. M. Siddik (19) dan Agus Pandi (22), kedua warga Jalan Tapian Nauli, ini diciduk karena menjambret Dewi Sahputri (21) warga Jalan Sakti Lubis, Gang Selamat.

Solar + Tepung = Minyak Oplosan

Beredar di Tembung
Setelah beroperasi 11 bulan, pengoplosan minyak tanah (minah) yang dilakukan Afis Panjaitan (39) akhirnya terbongkar. Kemarin (24/7) pagi, warga Jalan Medan-Binjai, Km.10,8, Diski ini ditangkap dari gudang di Jalan Metrologi Baru, Medan Estate, Tembung.
Sebagai barang bukti, polisi menyita 2 ton solar jenis AKR, yang dijadikan bahan dasar pembuatan minah oplosan. Guna penyelidikan, bersama barang bukti, Afis digelandang ke Mapolresta Medan.
Kepada penyidik, tersangka mengaku mendapatkan solar dari Pelabuhan Belawan. Dengan tambahan tepung kimia merk Bintang, solar itulah yang disulapnya jadi minyak tanah.

Wednesday, July 18, 2012

Maling Sangar Nangis

Urusan nyali, Hendri Maratua Siregar tidak perlu diragukan. Buktinya, dia nekat mencuri kereta di tempat keramaian. Namun dibalik keberaniannya, pria 32 tahun ini ternyata cengeng. Tak sanggup menahan sakit akibat amuk massa, warna Jalan Pringgan ini menangis di kantor polisi.
Nasib apes Hendri berawal dari upayanya mencuri Suzuki Satria Fu BK 4810 JAA, di depan RM. Ayam Fresto Jalan Abdullah Lubis, Medan. Karena sibuk merusak kunci kontak, dia tidak memperhatikan kehadiran pemilik kereta, Alfin (26).
Begitu ditanya sedang apa, Hendri sontak menghentikan aksi. Gugup, tersangka langsung menendang kaki kiri Alfin. Sejurus kemudian dia ambil langkah seribu. Melihat pelaku lari, sambil menahan sakit, korban sontak berteriak minta tolong.
Teriakan Alfin berhasil menarik perhatian para pengguna jalan. Seketika itu pula, pengejaran terhadap Hendri pun dilakukan. Baru berlari beberapa meter, pelaku berhasil ditangkap dan diamuk massa.

Saturday, July 14, 2012

Protes Jalan Ditembok Pengusaha, Kakek Tujuh Cucu Coba Bunuh Diri


Tak bisa lewat karena jalan di depan rumahnya ditutup pengusaha, membuat Saparimin (57) putus asa. Kakek tujuh cucu ini nyaris tewas setelah berusaha gantung diri, Sabtu (14/7).
Aksi nekat warga Dusun I Ujung Pasar, Desa Pematang Cermai, Tanjungberingin, Sergai itu hendak dilakoninya sekitar pukul 10.00 WIB. Tanpa memberitahu sanak keluarganya, Saparimin tiba-tiba hendak menggantung kepalanya di areal tanah pengusaha yang ada di depan rumahnya. Namun karena aksi tersebut cepat diketahui anak dan tetangganya, Saparimin pun langsung ditenangkan.

Friday, July 13, 2012

Cegah Maut Susulan Warga Cari Ustadz

Kasus Warga Tewas Bersisik di Belawan
Pasca kematian aneh Wahyu (16), hingga kemarin sekalangan warga Kota Belawan tetap merasa was-was. Ancaman yang dilontarkan roh halus yang merasuki tubuh Wahyu di jelang mautnya, membuat sejumlah tetangganya khawatir. Ini karena suara gaib itu mengaku masih membutuhkan 1 nyawa lagi sebagai tumbal atas diambilnya belasan ikan terlarang di sebuah kolam tengah kerangka bebas bangunan lama di Kelurahan Belawan I.
POSMETRO kemarin (12/7) kembali menelusuri kembali biang mistik penyebab kematian remaja asal Lorong Papan, Kel. Belawan Satu, Kota Belawan itu.

Thursday, July 12, 2012

Belawan Heboh, Warga Tewas Bersisik Ikan

 Diiringi Kerasukan, Mata Mengucur Darah, Dukun Nyerah!!!

 SEORANG remaja ditemukan tewas secara aneh, kemarin (11/7). Peristiwa berlatar mistik ini berawal dari misteri kolam di tengah kerangka sisa bangunan lama di Lorong Kesenian, Kel. Belawan I, Kota Belawan. Inilah kisah di luar akal sehat itu.

Adalah Wahyu (12), warga yang tewas diiringi peristiwa keanehan itu. Menurut orang tuanya, kematian siswa kelas 1 SMP itu bermula dari kisahnya bermain di kolam atau genangan air di lahan kosong di Lorong Kesenian itu. Itu terjadi sepekan lalu. Ceritanya, bersama 6 teman sebayanya, Wahyu, warga Lorong Papan, Kel. Belawan I, itu menangkap ikan-ikan di kolam itu.

Dari kolam itu, Wahyu berhasil menangkap belasan ekor ikan mujahir. Ikan-ikan itu lalu diletakkan Wahyu di bak kecil dapur rumah orang tuanya. Tak nyana, saat hendak melepas ikan-ikan itu ke dalam bak, seekor di antaranya lepas dari tangan Wahyu. Ikan itu jatuh ke lantai rumah.

Saat jatuh, kaki Wahyu menginjak ikan itu hingga tewas. Ikan itu tewas dengan kondisi kepala pecah akibat terinjak kaki Wahyu. Peristiwa ikan tewas terinjak itu tentu dianggap biasa. Wahyu pun tak punya firasat aneh.

Tapi, kisah kematian ikan itu hadir secara gaib pada Senin (9/7) lalu. Ceritanya, ‘tak ada angin tak ada hujan’, sore itu tubuh Wahyu mendadak panas dingin. Orang tua Wahyu, Umar dan Ny. Zainab, awalnya mengira putra mereka itu demam biasa. Keyakinan itu pula yang membuat mereka tak mengantar Wahyu ke rumah sakit.

Besoknya atau Selasa (10/7) pagi, suhu panas tubuh Wahyu semakin tinggi. Saking demam tinggi, Wahyu tak bisa menggerakkan kakinya. Ya, ia tak bisa berjalan.
Keanehan penyakit yang diderita sulung dari 3 bersaudara itu, kontan membuat Umar dan istrinya, Zainab membawa Wahyu ke rumah neneknya di Jl. Bom Lama, Kec. Medan Labuhan. Tapi setiba di sana, kondisi Wahyu semakin parah. Wajahnya pucat bak kapas.

Kondisi Wahyu yang mendadak semakin mengkhawatirkan itu kontan membuat orang tua dan saudaranya panik tak karuan. Dan kepanikan itu semakin menjadi-jadi karena Wahyu yang menggigil panas-dingin mendadak kerasukan. Ia berkata-kata dengan suara yang sangat aneh.

Tubuhnya menggelepar-gelepar mirip ikan terdampar di darat. Di tengah kerasukan itu, Wahyu lalu menggeram. Marah. "Saya disiksanya. Kepala saya pecah. Saya mati dibuatnya. Dia harus menggantinya. Saya akan siksa dia seperti dia siksa saya. Kalian harus kembalikan ikan-ikan itu ke tempat asalnya, karena satu (orang) lagi akan saya buat seperti dia!" demikian bunyi suara gaib yang merasuki raga Wahyu. Saat berkata dengan intonasi tinggi itu, tubuh Wahyu terus menggelupur.

Peristiwa Wahyu kerasukan kontan membuat ayah, ibu serta saudaranya dicekam kepanikan tak terkira. Apalagi, usai ngomong aneh soal ikan tewas terinjak beberapa hari lalu itu, Wahyu menggigil kencang. Sekujur tubuhnya mendadak
membiru. Yang lebih mengerikan lagi adalah temuan darah mengucur dari matanya.  Dan, kerasukan itu akhirnya berujung kematian.


"Habis kemasukan itu, anak kami langsung meninggal," ucap Umar, saat ditemui di rumah duka. Kabar kematian Wahyu yang diiringi aksi kerasukan sambil ngomong soal kutukan ikan dari kolam di sisa bangunan tempo doeloe itu kontan membuat para tetangganya gempar. Amatan POSMETRO, pasca kematian aneh Wahyu, sejumlah warga Lorong Papan bahkan dicekam ketakutan.


"Kami awalnya tak percaya, waktu kami takjiah barulah percaya. Ngeri juga kami lihat. Takutnya bisa kena sasaran pula,” kata Minah, warga Lorong Papan. Kematian aneh Wahyu membuat keluarganya akhirnya mendatangi seorang paranormal terkenal yang bermukim tak jauh dari rumah mereka. Hasilnya?

Sama seperti kisah Wahyu di ambang ajal, dukun itu pun mendadak dirasuki arwah yang berkata-kata mirip seperti tema yang diucap Wahyu sebelum tewas. Ya, suara gaib yang merasuki paranormal itu juga mengaku sebagai arwah ikan yang mati terinjak Wahyu. "Tolong kembalikan ikan - ikan itu, karena satu orang lagi akan saya perlakukan seperti yang dilakukan dia," demikian suara gaib yang merasuki tubuh sang paranormal, diulang orang tua Wahyu.

Karena diyakini sangat kental bermotif mistis, usai kerasukan, sang paranormal menegaskan orang tua Wahyu harus segera membalikkan sejumlah ikan tangkapan Wahyu yang masih berada di bak rumah mereka. Pesan sang dukun, ikan-ikan itu harus dibalikkan ke kolam tempat asal ikan itu ditangkap Wahyu dan sejumlah temannya.

"Karena kami takut, ikan yang ada di bak semuanya kami kembalikan ke kolam itu lagi. Waktu kami pulangkan kami minta maaf, bahkan ikan yang ada di kolam itu pun bermunculan waktu kami pulangkan," kata Umar.
Proses pemulangan ikan-ikan itu ke dalam kolam diiringi sejumlah keluarga Wahyu (alm)_dengan membacakan ayat-ayat suci.

"Tubuh anak kami ini aneh kali birunya seperti sisik ikan. Anehnya lagi, mulutnya pun mengeluarkan buih semacam lumpur. Semoga tidak ada lagi yang menjadi korban seperti Wahyu," demikian harap-harap cemas sekalangan keluarga Wahyu saat ditemui di rumah duka, usai pemakaman jenazah remaja malang itu.


Diajak Nikah Putri Cantik

Kabar kematian pelajar SMP itu jelas jadi perbincangan hangat. Tak sedikit warga yang takut anaknya seperti Wahyu karena pernah mengambil ikan di tempat sama. Penuturan Sumiati (60), lahan 15x20 meter itu adalah bekas rumah yang dihancurkan dan sudah kosong 4 tahun belakangan.
Dulu, sekitar 10 tahun silam, lahan yang kini kosong itu adalah rumah sewa 4 pintu. Di antara rumah itu, disewa oleh anaknya, Indra Kusuma. Selama menyewa di rumah milik Marga Manurung, Sumiati mengaku anaknya selalu dihantui gejala. Misalnya, sandal-sandal mereka yang tiap malam berserakan di depan rumah, besok paginya malah tersusun rapi.
Terkadang, terdengar suara nyanyian seorang wanita. Puncak keanehan itu, Indra pernah hilang sehari. Awal, Indra keluar rumah dengan pakaian biasa. Tiba-tiba dia hilang. Keluarga yang kecarian hingga sore, akhirnya meminta bantuan paranormal. Berdasarkan petunjuk paranormal Indra telah masuk ke alam gaib yang berada di lingkungan rumah yang disewanya. Untuk melepaskan dari jeratan itu, keluarga diarahkan untuk memukul gendang di lokasi dekat rumah yang disewa Indra. "Kami pun rame-rame mukul gendang dan talam di depan rumah, sekitar setengah jam anak kami pun keluar," cerita Sumiati mengenang hilangnya Indra.
Setelah bebas dari dunia gaib itu, Indra mengaku masuk ke alam itu bertemu dengan seorang gadis cantik dan meminta untuk menikah dengannya. Berbagai fasilitas hidangan makanan mewah dilihatnya di alam tersebut.
Bahkan, ketika dirinya terjerat di alam gaib itu, Indra melihat lingkungan rumahnya. Dia juga sempat meminta tolong untuk dikeluarkan. "Anak saya itu, nampak katanya kami lalu lalang. Dia menjerit minta tolong tapi tak dihiraukan, karena kami tak nampak dia," cerita wanita berusia 60 tahun tersebut.
Pantauan POSMETRO, di lahan itu penuh semak dan ditumbuhi pohon pandan besar di sekitar kolam ikan tersebut. "Jadi ngeri juga kita. Memang selama kosong tak ada kejadian aneh, kecuali kejadian yang anak itu, jadi takut juga kita," kata Ernawati warga yang tinggal di depan lahan kosong tersebut.(ril/joe)

Toke Ogah Melapor Supaya tak Merugi


Dalam Semalam, 3 Kapal Dibajak Perompak Bersenjata Laras Panjang
Terjadi di Perairan Timur Laut Selat Malaka

Kawanan perompak laut kembali beraksi, Selasa (10/7). Tak tanggung-tanggung, tiga kapal ikan asal Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) dibajak dalam semalam di Perairan Timur Laut Selat Malaka.

Informasi yang dihimpun POSMETRO di Gudang SBU Gabion Belawan, kemarin, tiga kapal ikan yang dibajak, masing-masing Lestari Indah, Alam Bahari, dan Sumber Berjaya berangkat melaut dari Belawan menuju Perairan Timur Laut Selat Malaka, Senin (9/7) lalu. Sekitar dini hari tiba di perairan laut dalam tersebut, masing-masing awak kapal pun langsung menabur pukat tarik untuk mendapatkan ikan.
Saat itulah kawanan perompak berjumlah lima orang lebih beraksi. Sebelum membajak masing-masing kapal, agar tidak dicurigai, boat yang ditumpangi kawanan peraompak lebih dulu membajak kapal kecil. Setelah kapal tersebut berhasil dikuasai, dengan menggunakan sebo dilengkapi masing-masing senjata laras panjang, para pelaku pun menuntaskan aksi mereka ke masing-masing kapal.
Hasilnya, seluruh barang berharga, masing-masing alat komunikasi, satelit, komputer dan sejumlah barang berharga milik awak kapal semuanya habis dijarah. Tak hanya itu, untuk mendapatkan tebusan, masing-masing tekong kapal, Ramlan (43), Sahar (37) dan M Khaidir operator mesin kapal juga diculik para pelaku. Untuk berlari ke tempat persembunyian mereka, kawanan perompak pun kembali pindah ke boat mereka semula. Sementara ketiga kapal yang dibajak memilih balik ke Belawan untuk melaporkan kejadian yang telah terjadi. Namun karena peralatan komunikasi sudah tidak ada, masing-masing kru awak kapal bisa sampai di Belawan setelah dipandu nelayan lain. Mereka tiba di dermaga Belawan setelah dua hari berlayar, lebih lama dari biasanya.
"Itu lah yang kutahu. Kok yang lain aku tak tahu kali ceritanya. Yang pasti pelaku memaki kapal kecil merompak masing-masing kapal,” terang salah satu operator kapal yang tak ingin namanya dikorankan pada POSMETRO.
Sementara para toke yang ditemui di Gudang SBU Gabion Belawan enggan memberikan komentar apapun. Bahkan, didapat informasi kalau mereka enggan melapor pada pihak yang berwajib.
"Takut tokenya melapor, karena kalau mengadu nyawa yang disandera akan terancam. Makanya kebanyakan kasus seperti ini jarang dilaporkan karena penyelesaiannya dengan membayar tebusan saja,” tambah seorang nelayan yang juga mengetahui kronologis pembajakan ketiga kapal tersebut.
Belum adanya laporan resmi kepada pihak yang berwajib juga dibenarkan Kubbid Gakkum Ditpolair Poldasu, AKBP Baharuddin Desky. "Belum, belum ada kita terima laporan perompakan,” ungkap Desky ketika dikonfirmasi POSMETRO via telepon.(ril/rul)

Elakkan ‘Laga Kambing’, Carry Kejebur ke Parit

Niat mengelakkan ‘laga kambing’ saat melintas di Dusun I Desa Tanah Abang, Kecamatan Galang, Suzuki Carry BK 1967 JG yang dikemudikan Acong (23) terperosok ke parit, Kamis (12/7). Sopir pembawa minyak goreng itu kritis bersama Nasrullah (21), kernetnya.
Informasi dihimpun POSMETRO, kedua warga Pinang Baris Kecamatan Sunggal itu berencana hendak balik ke Lubukpakam usai mengantar minyak goreng ke sejumlah pelanggan mereka di Desa Jaharun B Kecamatan Galang. Namun ketika melintas di Dusun I Desa Tanah Abang, sebuah mobil Grand Max dari arah berlawanan tiba-tiba menyalip dump truck yang ada di depannya dengan mengambil jalur kanan.

Kebakaran di Medan dan Gebang, Kos-kosan di Denai Rata dengan tanah

Kebakaran terjadi di Jalan Pancasila, Gang Pembangunan/Sekolah, Medan Denai, Kamis (12/7). Si jago merah meratakan 2 unit rumah kos yang dihuni 8 Kepala Keluarga (KK). Insiden sama juga terjadi di Dusun Martoba, Desa Paluh Manis, Gebang. Dua rumah hangus terbakar.
Kebakaran di kawasan Denai, diduga akibat korslet listrik dari rumah Yopriadi (31). Kobaran api dengan cepat menjalar ke rumah sebelah yang dihuni Kurniati (46). Saat kejadian tidak ada seorang pun yang menyadari, hingga akhirnya api sudah marak dan membumbung tinggi yang membuat korban dan tetangga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dan mengeluarkan barang-barang yang bisa diselamatkan.

Tak Bisa Bahasa Indonesia, Bikin Usaha Ilegal Pulak, 2 WNA Cina Dibui

Setelah setahun menjalani usaha Plafon illegal, dua pria Warga Negara Asing (WNA) asal Cina diamankan petugas dari tempat usahanya, PT. Shonda Plafon Jalan Krakatau, Komplek KMC No A7, Kecamatan Medan Medan, kemarin (11/7) oleh unit Ekonomi, Polresta Medan. Bukan hanya usahanya yang ilegal, tapi keduanya masuk ke Indonesia secara ilegal tanpa memiliki paspor.
Dua WNA ini berasal Fujian, Cina.  Jhou Gong Fa (42) dan Jhou Chi Xiang (39). Setelah Polresta Medan mengamankan, mereka lalu diserahkan ke kantor Imigrasi.

Kalung Dijambret, Cewek Cantik Nangis-nangis

Hasana (20), warga Jalan AH Nasution, Titi Kuning menjadi perhatian di Polsekta Medan Baru karena nangis-nangis usai kalungnya dijambret 2 pria pengendara sepeda motor, Kamis (12/7) sore.
Peristiwa itu yang sempat menghebohkan warga itu terjadi di Jalan Glugur sekitar Bundaran Majestik. Saat itu, Hasana yang berboncengan dengan temannya, Yanti (20) mengendarai Sepeda motor Revo BK 5370 OT diserempet 2 pria mengendarai sepeda motor Supra X. Tak diduga, kalung emas seberat 5 gram yang melingkar dilehernya dirampas. Atas kejadian itu, Hasana dan Yanti pun terjatuh dari sepeda motornya seraya teriak minta tolong. Karena shock, kalungnya dijambret, Hasana menangis.

Ngejek Usai Rampas Dompet, 2 Jambret Ditabrak Omak-omak

Dua penjambret babak belur dihajar massa, usai sepeda motornya ditabrak ibu dua anak yang menjadi korbannya, Kamis (12/7) sekira pukul 14.30 WIB.
Penjambret sial itu adalah M Arif (25) warga Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, dan rekannya Hendra (24) warga Jalan Medan Binjai KM 12, Desa Purwadadi, Kecamatan  Sunggal. Ceritanya, sore itu, Eka Wati (35) dengan menunggangi sepeda motor melintas di Jalan Sukarno Hatta KM 19, Kecamatan Binjai Timur. Saat itu, Eka membonceng anaknya menuju kediamannya di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tenggurono, Binjai Timur.