Ads 468x60px

Tuesday, September 2, 2014

Perampok Berpistol Marak di Delitua

MEDAN – Aksi perampokan makin mengganas saja di wilayah hukum Polsek Delitua. Hampir tiap hari, ada saja warga yang jadi korban. Jumat (30/8) malam, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Teguh Santoso Iman (16) dirampas 4 pria berpistol di Jl. Karya Wisata Medan.

Teguh yang ditemui usai membuat laporan ke Polsek Delitua, Senin (1/9) siang menuturkan, perampokan terjadi tak lama setelah ia mengisi minyak di SPBU tak jauh dari lokasi kejadian. Singkat cerita, baru 100 meter melajukan sepeda motornya, tiba-tiba empat pria mengendarai Yamaha Vixion dan Mio menyalip sepeda motor korban.


Detik berikutnya, pelaku menodong kepala Iman dengan pistol dan menyuruhnya turun. Tak mau mati konyol, korban hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan pelaku. Tak lama setelah korban turun, salah seorang pelaku yang semula duduk di boncengan mengambil alih sepeda motor Iman. Setelah itu, pelaku tancap gas ke arah Jl. AH Nasution Medan.

Iman hanya bisa pasrah melihat sepeda motor yang baru 13 bulan dikredit itu raib. Ia pun terpaksa pulang menumpangi becak dan mengadukan kejadian itu pada orangtuanya.

Mendengar laporan itu, sang ayah sempat melakukan pencarian bersama beberapa pemuda setempat. Tapi hasilnya nihil. Alhasil, setelah selesai mengurus surat-surat di showroom, Imam bersama ayahnya malaporkan kejadian tersebut ke Polsek Delitua.

Di kantor polisi, Imam mengaku selain membawa pistol, pelaku juga mengancamnya dengan pisau. “Ada yang bawa pIstol, ada juga yang bawa kelewang. Ngerilah bang. Aku pikir aku mati malam itu bang,” ujar Iman.

Imam mengatakan semua pelaku memakai jaket. Dua d iantaranya mengenakan topi dan dua lagi berambut cepak. Masing-masing pelaku bekulit hitam dan bertubuh tegap. “Kayak badan mafia-mafia itu. Tinggi besar bang. Apa lagi yang nodong pistol itu. Tinggi kali orangnya,” aku Imam sembari memperaktekkan cara pelaku menodong kepalanya.

Tak lama berselang, giliran M. Safrizal (18) yang mendatangi Polsek Delitua. Warga Lubuk Pakam itu juga melaporkan peristiwa perampokan yang menimpanya, Jumat (29/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Pria yang kos di Jl. Eka Surya, Kec Medan Johor ini mengaku, saat kejadian ia baru pulang kerja dari salah satu pabrik yang berada di kawasan Medan Johor. Saat melintasi Jl. Sidodadi, Medan Johor, tiba-tiba ia distop seorang pria tegap bercelana loreng. Awalnya pria itu ingin menumpang karena tidak ada lagi angkutan kota yang lewat.

Karena kasihan, dengan polosnya Safrizal memberikan tumpangan kepada pelaku. “Aku baru pulang kerja bang. Terus di jalan pelaku minta tumpangan, katanya tak ada lagi angkot yang lewat,” ungkap Safrizal.

Tapi saat melintas jalanan yang sepi, pelaku langsung mengeluarkan belati dari pinggangnya. Korban yang berada di bawah ancaman pisau hanya bisa pasrah saat disuruh berhenti. “Waktu di jalan sepi itu perutku ditodong pakai belati,” ungkap Safrizal. Selanjutnya pelaku merampas sepeda motor Honda Beat BK 3915 SAL miliknya. “Terus dirampasnya keretaku bang. Aku ditinggal begitu saja,” tutur Safrizal lagi sembari mengatakan sepeda motor itu baru 13 bulan dikreditnya.

Setelah selesai mengurus dokumen-dokumen, Safrizal akhirnya melaporkan kejadian yang menimpanya ke kantor polisi.

Sepeda motor kondektur Bus Sampri juga dirampas 4 pria bersenjata ngaku polisi di Jl. Jamin Ginting, Simpang Pos, Medan, Selasa (26/8) sekira pukul 02.00 WIB.

Info dihimpun di Polsek Delitua, pagi itu dari Jl. SM Raja Medan A Sigalingging berniat pergi ke Gudang Sampri yang terletak di Jl. Jamin Ginting, Simpang Pos, Medan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah BK 5953 ADD miliknya. Tapi di tengah jalan, tepatnya di Simpang Pos, tiba-tiba 4 pria berbadan tegap mengendarai kereta jenis Yamaha Mio dan Vega R mengenakan Helm dan jaket menyilang laju sepeda motor korban.

Begitu turun dari kereta, ke 4 pria yang mengaku polisi ini meminta korban menunjukkan STNK dan SIM. Mengira bahwa empat pria tersebut adalah polisi, Sigalingging memberikan yang diminta pelaku. Begitu satu pelaku mengintrogasi Sigalingging, pelaku lain berusaha membawa kabur kereta korban. Melihat keretanya mau diambil alih, Sigalingging langsung membuat perlawanan dengan meninju wajah pelaku yang memakai helm.

Mengetahui korbannya beraksi, salah satu pelaku yang ada di boncengan mengeluarkan pistol jenis Air Sofgun dan FN dari pinggangnya dan selanjutnya menembak punggung dan pinggang Sigalingging sebanyak 3 kali.

Tak pelak, A Sigalingging pun meronta-ronta kesakitan. Sadar korbannya sudah lumpuh, para pelaku membawa kabur sepeda motornya.

Melihat sepeda motornya akan dibawa kabur para pelaku, dengan kondisi masih merasakan sakit dan mengira bahwa dirinya akan tewas. Sigalingging tidak mau menyerah ia masih mencoba melakukan perlawanan dengan meneriaki kedua pelaku. Namun sayang, teriakan itu tidak dihiraukan oleh pengendara yang melintas.

Selanjutnya, para pelaku itu tancap gas dan membawa kabur sepeda motor korban ke arah Pancur Batu. Di kantor polisi, Sigalingging mengaku saat itu dirinya menyangka ketiga pelaku adalah polisi. Sebab, pakaian seperti jakat kulit celana panjang dan sepatu kulit menyerupai gaya tugas luar.

“Waktu itu mereka bilang mereka anggota polisi bang. Aku percaya aja, salah satu dari mereka meminta STNK dan SIM ku. Karena aku memang salah karena berlawanan arah, aku menuruti permintaan mereka. Namun waktu aku serahkan SIMku, salah satu pelaku merampas keretaku. Aku langsung melawan dengan meninjunya. Untuk melumpuhkan aku, mereka menembak punggungku sebanyak 3 kali,” ujar Sigalingging saat membuat laporan, Selasa (26/8) sore.

Sigalingging mengaku sudah tau bahwa daerah tempat dia bekerja atau tepatnya di wilayah hukum Polsek Delitua tidak aman bagi masyarakat di malam hari. Namun, karena tuntutan kerja ia terpaksa ke luar di pagi hari.

“Memang Delitua ini tidak aman bang, aku udah tau dengan membaca dan menonton telivisi tentang ganasnya perampok di sini. Tapi tuntutan kerja mau kayak mana lagi,” lirihnya. Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Martulesi Sitepu saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih menerima laporan korban. “Masih dalam penyidikan kita ya,” pungkasnya. ( posmetro-medan.com )

No comments:

Post a Comment