Ads 468x60px

Tuesday, September 2, 2014

LABUHAN – Ratusan murid SMU Negeri 19 Medan yang terletak di Jalan Seruwai, Kel. Pekan Labuhan, Medan Labuhan, melakukan aksi mogok belajar dan unjukrasa di halaman sekolah, Senin (1/9) sekira pukul 09.00 WIB.

Dalam tuntutannya, para pelajar meminta pihak Dinas Pendidikan Kota Medan agar segera mencopot Renata Nasution SPd, selaku kepala sekolah yang dianggap telah memberatkan para siswa dalam hal keuangan.

Menurut para siswa, Renata tak jarang melakukan pungutan liar kepada mereka.

Salah satu pungutan yang diwajibkan, yakni pembayaran uang OSIS sebesar Rp2.500 per siswa, namun kemana uang tersebut disalurkan, kepala sekolah tak mau menjelaskannya.


Renata juga mewajibkan para siswa untuk membayar uang pembangunan sebesar Rp300 ribu hingga membuat orangtua mereka semakin terbebani.

“Kami juga dipaksa agar beli buku dari sekolah. Kalau kami beli di luar, kami dimarahi. Kami juga diwajibkan membayar uang les dan pembelian komputer,” ungkap Adelina (16), pelajar kelas VII.

Pelajar lainnya, Ego Tumsila (15), meski mereka sering diwajibkan membayar uang OSIS dan lainnya, tapi anehnya peralatan sekolah, seperti sapu, keranjang sampah, tidak ada.

“Jadi kemana uang yang dikutip tersebut. Saat kami tanya soal uang yang dikutip-kutip itu, Bu Renata tidak pernah mau menjawab,” ungkap Ego.

Menanggapi tuntutan para murid, Renata mengatakan kalau aksi tersebut merupakan provokasi dari oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Segala bentuk dana yang dikutip oleh sekolah ada rinciannya. Dan dananya masih ada, inikan ulah oknum-oknum guru -guru yang tidak bertanggungjawab,” ungkapnya ketika dikonfirmasi. ( posmetro-medan.com )

No comments:

Post a Comment